Mengulas tuntas Valentine day
“Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut”. (HR: Abu Daud).
Hari “kasih sayang” yang dirayakan oleh orang-orang Barat beberapa tahun-tahun terakhir yang disebut “Valentine’s Day” amat populer dan merebak hingga ke berbagai pelosok Indonesia. Terlebih lagi di saat menjelang 14 Februari di mana banyak kita temui simbol - simbol atau iklann- iklan tidak syar’i demi mewujudkan dan mengekspos (mempromosikan) hari Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik, hotel-hotel, organisasi-organisasi dan kelompok-kelompok kecil, mereka berlomba-lomba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan dukungan (pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio, televisi, dan yang lainnya. Sebagian besar kaum muslimin juga turut dicekoki (dihidangkan) dengan berbagai slogan dan iklan-iklan Valentine’s Day.
Sejarah munculnya istilah Valentine day
Berbicara tentang sejarah Valentine, ada berbagai versi menceritakan tentang asal mula ajaran ini. Namun semua berita tersebut tanpa disertai sanad yang jelas untuk dapat mengecek keabsahan riwayatnya. Sekedar untuk diketahui, bahwa di antara mereka ada yang menyebutkan bahwa dahulu, seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama rekannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II kala itu. Pasalnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang potensial.
Nah, Valentine tidak setuju dengan peraturan tersebut. Ia secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah perkawinan. Hal ini dilakukannya secara rahasia.
Lambat laun, aksi yang dilakukan oleh Valentine pun tercium oleh Claudius II. Valentine harus menanggung perbuatannya. Ia dijatuhi hukuman mati. Ada sebuah sumber yang menceritakan bahwa ia mati karena menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara akibat penganiayaan.
Dalam cerita tersebut, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya senantiasa setia untuk menjenguk Valentine di penjara kala itu. Tragisnya, sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah surat untuknya.
Menurut cerita tersebut, Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda tangannya di akhir surat dan menjadi populer hingga saat ini–‘From Your Valentine’. Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yag dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini. Akhirnya, sekitar 200 tahun sesudah itu, Paus Gelasius meresmikan tanggal 14 Febuari tahun 496 sesudah Masehi sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine.
Versi lain tentang Valentine dimulai pada zaman Roma kuno tanggal 14 Febuari. Ini merupakan hari raya untuk memperingati Dewi Juno. Ia merupakan ratu dari segala dewa dan dewi kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan. (dari berbagai sumber)
Namun yang jelas, bahwa ini bukan berasal dari Islam, namun lebih mendekati sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dari Roma Kuno. Jika demikian keadaannya, maka ini sudah cukup bagi Kaum Muslimin menyadari bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan Islam sama sekali, dan menyerupai kebiasaan orang-orang kafir.
Salah kaprah berakibat parah
Di indonesia sendiri, pengaruh negatif valentine day telah meluap di berbagai daerah di Indonesia. Karena salah kaprah dalam mengartikan arti hari kasih sayang tersebut. Mereka mengartikan momentum valentine day sebagai hari bebas berpacaran, berciuman bahkan yang lebih menyedihkan lagi, mereka mengartikan valentine day sebagai hari bebas bersenggama layaknya pasangan suami istri.
Jika sejenak kita menoleh ke tahun 2015 kemarin, sebagian kota – kota besar seperti Surabaya teah melancarkan razia besar – besaran digelar guna memberantas pesta seks bebas. Pasangan mesum yang didominasi kaum muda dijaring dari sejumlah hotel short time di kota Surabaya. Hingga pukul 01:00 WIB, jumlah pasangan yang notabene-nya bukan suami istri yang terjaring kurang lebih 300 orang.
Fakta lain menyebutkan razia yang digelar pada sabtu, (14/02/2015/) siang, dan hingga malam telah terjaring 215 orang. Sesuai dengan perintah wali kota Surabaya waktu itu ibu Tri Rismaharini, razia kembali dilaksanakan pada minggu, (15/02/2015) dinihari. Penyisiran tim gabungan dari Satpol PP, Polri dan gartap III yang dibagi beberapa kelompok membuahkan hasil. Dari hotel mewah hotel Lestari, Antariksa, Puspa Asri dan hotel Kenjeran Mini Park ditemukan 66 pasangan non suami istri di dalam kamar. Dan lebih miris lagi diketahui beberapa dari mereka masih berstatus sebagai pelajar.
Temukan paket berisi kondom
Dari razia valentine sabtu, (14/02/2015) Wali kota surabaya ibu Tri Rismaharini mengaku juga menemukan paket berisi coklat, bir dan kondom di sejumlah supermarket. Risma yang ditemui usai menghadiri sarasehan Wawasan Kebangsaan di Aula Ponok Sabilurrosyidin DPW LDII Jatim juga mengaku telah melakukan tindakan tegas terhadap minimarket yang diketahui menjual paket berisikan kondom. Tri rismaharini mengatakan kalau upaya ini dilakukan pemerintah tidak lain yakni demi menyelamatkan anak – anak bangsa. “ini upaya preventatif dari pemerintah. Sweeping (razia :red) penjualan paket kondom, coklat dan bir itu upaya preventatif” tandasnya.
Valentine day haram!
Mengenai valentine day, sebagai agama yang mengedepankan nilai moral atau akhlaq. Islam mengharamkan para pemeluknya untuk ikut - ikutan berpartisipasi dalam perayaan hari valentine dalam bentuk apapun itu, bahkan sekedar mengucapkannya. Selain hadits dan efek – efek negatif yang telah disebutkan di atas, Allah juga melarang umat islam berpatisipasi melalui firmannya yang berbunyi “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai pertanggungjawaban”. (QS: Al–Isra’: 36). Dan tidak ada satupun dalil sama sekali yang memperbolehkan umat islam merayakan atau berpastisipasi pada perayaan hari valentine.
Semoga ditahun ini kita dapat terhindar dari .....
0 comments:
Post a Comment