artikel tentang membaca
Iqro’! bridge of knowlage
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Mulia, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Itulah bunyi surat al-alaq ayat 1-5 yang mana ayat itu adalah ayat yang pertama kali Allah wahyukan kepada nabi Muhammad s.a.w melalui malaikat Jibril di gua hiro’.
Surat itu diawali dengan kata atau lafadz “Iqro’!” yang berarti bacalah!
Fi’l amar atau kalimat perintah pada kata iqra’ (bacalah!) di dalam firman Allah ini, sama sekali tidak menjelaskan obyek (maf 'ul bih) nya. Dalam tinjauan ilmu Nahwu berarti bahwa perintah tersebut tidak ditujukan pada obyek yang tertentu. Akan tetapi memiliki makna yang bersifat umum.
Kata iqro’ (Bacalah) disini bermaksud untuk melakukan proses “menghimpun” informasi dan kesadaran dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan segalanya, Bacalah! agar engkau tahu bahwa Allah itu maha kuasa, kekuasaan-Nya absolut tak terbatas, dan diantara kekuasaan-Nya adalah bahwa Dia adalah Maha menciptakan segalanya.
Lalu apa yang dibaca...?
Disimpulkan makna perintah iqra’ (membaca) tersebut mengandung beberapa pengertian.
Pertama, bacalah ayat-ayat Allah sebagai kalamullah yang ada dalam Alquranul Karim (al Ayat al Qauliyyah).
Kedua, bacalah ayat-ayat Allah yang tercipta dan terbentang di alam semesta ini (al Ayat al Kauniyah).
Kedua, bacalah ayat-ayat Allah yang tercipta dan terbentang di alam semesta ini (al Ayat al Kauniyah).
Iqra’ disini juga dapat berarti telitilah, dalamilah, bacalah alam, tanda-tanda zaman. Artinya kita membaca dan mentafakuri suatu objek dengan akal dan qolbu kita. Dengan kemampuan iqra, kita bisa menciptakan kemashlahatan di muka bumi. Teknologi canggih dizaman sekarang merupakan bukti keberhasilan manusia iqra dengan menggunakan akalnya. Akan tetapi terkadang kita gagal meng-iqra-kan sesuatu dengan qalbu kita.
Oleh karena itu alangkah baiknya jika manusia sebagai makhluk khalifah di bumi, agar dapat menyelaraskan iqra dengan menggunakan akal dengan qolbu. Sehingga manusia tidak hanya cerdas dalam akalnya saja tetapi juga jenius dalam mengolah qolbunya.
Lalu pada ayat yang ke dua, Allah secara khusus juga menyebutkan bahwa dia (Allah) adalah Dzat yang menciptakan manusia, ini menunjukkan bahwa manusia adalahmakhluk mulia, karena disebut secara khusus.Manusia juga bisa disebut “Pemeran utama” dalam sandiwara di dunia ini, beda dengan lainnya, mereka adalah “Pemeran pembantu”, bahkan kadang hanya sebagai “pelengkap penderita”.
Akan tetapi juga ditunjukkan pula bahwa proses pembentukan manusia itu “hanya dari segumpal darah yang hina”, agar manusia sadar bahwa dia bukanlah apa apa dan dia sangat bergantung kepada Tuhannya yang menciptakannya.
Demi terlaksananya perintah ini, maka Allah membekali manusia dengan beberapa instrumen. yang menjadi alat bagi mereka untuk memperoleh atau mendapatkan pengetahuan, di antaranya ;
1. Panca indera
1. Panca indera
Pada tubuh manusia terdapat yang namanya panca indera yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba yang menempati posisi yang sangat penting bagi manusia dan sangat berguna untuk menangkap pesan tentang benda-benda dan keadaan yang ada di lingkungan sekelilingnya.
2. Akal,
2. Akal,
yang berfungsi pada tataran rasionalitas. Akal memiliki kemampuan untuk mengumpul data, menganalisa, mengolah dan membuat kesimpulan dari yang telah tertangkap dan diinformasikan oleh panca indera.
Membaca memiliki proses timbal balik antara individu secara total dengan informasi yang dibaca. Seseorang yang membaca akan memperoleh pengetahuan atau ilmu. di antara mamfaat membaca adalah membantu pengembangan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir, meningkatkan pengetahuan, meningkatkan memori dan pemahaman. Dengan sering membaca, seseorang mengembangkan kemampuan untuk memproses ilmu pengetahuan, mempelajari berbagai disiplin ilmu, dan menerapkan dalam hidup. kebiasaan membaca bacaan bermutu berkontribusi terhadap tingkat kecerdasan seseorang. Dengan membaca, seseorang terbantu untuk melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang dan menganggapnya sebagai tantangan yang harus diselesaikan.
Jadi, marilah kita biasakan membaca karena “membaca adalah jembatan ilmu”.
0 comments:
Post a Comment