Friday, November 25, 2016

PROPOSAL SKRIPSI


Proposal skripsi
Implementasi Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswi Kelas II Pada Mata Pelajaran Ilmu Sorrof Di Madrasah Diniyah Miftahul Ulum Putri Ganjaran Gondanglegi Malang

                                 Dosen pembimbing :
Noer Rohmah M.Pdi


Oleh :
Nur Aini


PROGRAM  STUDI  PENDIDIKAN  AGAMA  ISLAM (PAI)
INSTITUT  AGAMA  ISLAM (IAI) AL-QOLAM
GONDANGLEGI MALANG
2016


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Belajar mengajar merupakan suatu peristiwa yang terikat, terarah pada tujuan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan. Belajar mengajar merupakan proses kegiatan interaksi antara dua unsur manusiawi, yakni siswa sebagai pihak yang belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar, dengan siswa sebagai subjek pokoknya. Dalam proses interaksi antara siswa dengan guru, dibutuhkan komponen-komponen pendukung seperti antara lain telah disebut pada interaksi edukatif. [1]
Interaksi yang dikatakan sebagai interaksi edukatif, apabila secara sadar mempunyai tujuan untuk mendidik, untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaan nya. Jadi dalam hal ini yang penting bukan bentuk interksi nya, tetapi yang pokok adalah maksud atau tujuan berlangsungnya interaksi itu sendiri karena tujuan menjadi hal yang pokok, kegiatan interaksi itu memang direncanai untuk disengaja.2
Belajar dan mengajar merupakan istilah yang sudah baku dan menyatu di dalam konsep pengajaran. Karena bila terjadi proses belajar, maka bersama itu pula terjadi proses mengajar hal ini kiranya mudah dipahami, karena bila ada yang belajar sudah barag tentu ada yang mengajarnya, dan begitu pula sebaliknya kalau ada yang ngajar tentu ada yang belajar. Kalau sudah terjadisuatu proses/ saling berinteraksi, antara yang mengajar dengan yang belajar, sebenarnya berada pada suatu kondisi yang unik,sebab secara sengaja atau tidak sengaja, masing-masing pihak, berada dalam suasana belajar. Jadi guru walaupun di katakan sebagai pengajar sebenarnya secara tidak langsung juga melakukan belajar. Guru yang mengajar dan anak didik yang belajar adalah dwi tunggal dalam perpisahan raga jiwa bersatu antara guru dan anak didik.
Perlu di tambahkan, bagi seorang guru/ pengajar harus menyadari bahwa belajar adalah ingin “ mengerti”. Belajar adalah mencari, menemukan dan melihat pokok masalah nya. Belajar juga dikatakan sebagai upaya memecahkan persoalan yang dihadapi. Hal ini membawa konskuensi bahwa kegiatan mengajar dalam proses pengajaran nya juga harus menyediakan kondisi yang problematik dan guru membimbingnya.[2]
Tujuan dalam belajar mengajar hendaknya bersifat komprehensif artinya bukan hanya mengutamakan penambahan pengetahuan, melainkan juga pembentukan strategi belajar mengajar yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep, memecahkan suatu masalah melalui suatu proses yang memberi kesempatan pada siswa untuk berfikir dan, percaya kepada diri sendiri dan berani mengemukakan pendapatnya, berlatih bersifat kritis dan positif, serta mampu berinteraksi sosial. Dengan kata lain, diskusi kelompok merupakan salah satu strategi belajar mengajar yang memungkinkan tercapainya tujjuan komprehensif, serta melatih siswa untuk lebih bisa mengungkapkan ide-idenya dan berani untuk berbicara di depan orang lain.
Biasanya permasalahan yang guru hadapi ketika berhadapan dengan sejumlah anak didik adalah masalah pengolahan kelas. Apa, siapa, bagaimana, kapan, dan, dimana adalah serentetan pertanyaan yang perlu di jawab dalam hubungan dengan masalah pengelolahan kelas.
Pada hakekatnya guru masih sering menggunakan satu metode dalam pembelajaran, yaitu metode ceramah sehingga proses belajar anak sekedar merekam informasi saja, hal demikian mengakibatkan proses belajar anak hanya bersifat harfiah saja. Guru mendektekan informasi dan siswa memperhatikan serta mencatat yang akhirnya anak membiasakan diri untuk tidak kreatif dalam mengemukakan ide-ide dan memecahkan masalah yang efeknya akan membawa anak-anak dalam kehidupan di masyarakat. Siswa kurang dapat mengolah informasi menjadi ide-ide yang baru, tetapi hanya merekam dan mengemukakan informasi yang telah diterimanya, hal ini menyebabkan kesulitan pada siswa untuk memahami materi yang di ajarkan dan juga akan membuat peserta didik merasa bosan dengan apa yang dipelajarinya.
Di saat sekarang ini sering kita jumpai para siswa yang tidak punya kesiapan dalam menghadapi kegiatan belajar mengajar, terutama dalam materi pelajaran yang akan disampaikan sehingga ketika di dalam kelas siswa tidak mengetahui materi yang akan dibahas. Selain belajar mengajar menjadi tidak efektif dan efisien serta tidak sesuai dengan tuntutan yang diharapkan oleh kurikulum. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu cara agar pelaksanaan belajar mengajar dapat terlaksana secara efektif.
Ada beberapa pelajaran yang di dalamnya mencakup pelajaran memahami, menghayati dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi dalam kenyataannya di lapangan masih belum mencapai target yang diinginkan secara memadai. Hal ini disebabkan oleh kesulitan siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru, selain itu metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar masih monoton dan masih terpaku pada buku-buku pelajaran saja.
Memilih metode dalam proses belajar mengajar sangatlah penting sebab dengan menggunakan metode yang sesuai dengan pelajaran yang disampaikan itu akan berpengaruh terhadap siswa.
Metode mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar. Kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik, akan ditentukan oleh kerelevasian penggunaan metode yang sesuai dengan tujuan. Itu berarti tujuan pembeljaran akan dapat di capai dengan penggunaan metode yang tepat, sesuai dengan standar keberhasilan terpatri didalam suatu tujuan. Metode diskusi sebagai salah satu metode yang dapat dijadikan metode dalam pembelajaran
Metode diskusi cara belajar atau mengajar yg melakukan tukar pikiran antara murid dengan  guru, murid dengan murid sebagai peserta diskusi dan juga suatu metode pengajaran yang mana guru memberi suatu persoalan(masalah) kepada murid, dan para murid di beri kesempatan secara bersama-sama untuk memecahkan masalah itu dengan teman-temannya.
Sebagai pengatur jalannya diskusi maka guru harus dapat mengatur jalannya diskusi agar pembicaraan tidak di kuasai oleh sebagian murid saja,mencegah agar tidak ada yang selalu memotong pembicaraan orang lain atau ribut-ribut bicara bersama,dan juga memberi kesempatan serta mendorong agar semua anak mengemukakan pendapatnya.
 Madrasah Diniyah Miftahul Ulum Putri,sebuah lembaga pendidikan yang berada di bawah Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Putri yang berkiprah dalam pendidikan ke agamaan. Dalam proses pembelajaran materi yang di ajarkan hanya materi pelajaran agama seperti sorrof,tauhid dan fiqih.kegiatan pembelajaran di Madrasah Diniyah Miftahul Ulum Putri semua guru menekankan pada aspek kemampuan anak didik dalam menguasai materi agama seperti halnya sorrof agar siswi dapat menguasi bahasa arab dan pembacaan kitab kuning. Di madrasah diniyah telah mengadakan penerapan  metode diskusi terbukti dengan meningkatnya kualitas siswi dalam membaca kitab kuning dan penguasaan bahasa arab.
Dari uraian di atas,maka peneliti tertarik  tentang sebuah metode pembelajaran yang di terapkan di Madrasah Diniyah Miftahul Ulum Putri Ganjaran Gondang Legi Malang yang berjudul IMPLEMENTASI METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWI KELAS DUA PADA MATA PELAJARAN ILMU SORROF DI MADRASAH DINIYAH MIFTAHUL ULUM PUTRI GANJARAN GONDANG LEGI MALANG.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka pembahasan masalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Bagaimana Langkah-langkah  metode diskusi  untuk meningkatkan pemahaman siswi kelas 2 mata pelajaran ilmu sorrof di madrasah diniyah miftahul ulum putri
2.      Apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode diskusi kelas 2 pada mata pelajaran ilmu sorof di madrasah diniyah miftahul ulum putri.

C.    Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui penerapan metode diskusi untuk meningkatkan pemahaman siswi  kelas 2 mata pelajaran ilmu sorrof di madrasah diniyah miftahul ulum putri
2.      Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode diskusi kelas 2 pada mata pelajaran ilmu sorof di madrasah diniyah miftahul ulum putri.

D.    Manfaat Penelitian

1.      Bagi Siswi
a.    Agar siswa lebih mudah memahami ilmu sorrof.
b.    Kemampuan berkomunkasi/ sosial (tertib dan dapat bekerjasama, mampu bersaing, toleransi dan menghargai hak orang lain).
2.      Bagi guru
a.    Meningkatkan keprofesionalan seorang guru ilmu sorrof
b.    Dapat menerapkan metode Diskusi  yang menarik, menyenangkan dan efektif.
3.      Bagi Peneliti
Bagi peneliti penggunaan metode Diskusi  tersebut dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam memilih dan menerapkan metode yang sesuai dengan keadaan siswi
4.      Sekolah di Madrasah Diniyah Miftahul Ulum Putri Ganjaran Gondanglegi Malang.
a.Diharapkan dapat menambah wawasan baru dalam kaitannya                    
  dengan permasalahan peneletian tersebut.

E.     Kajian Terdahulu

Dari hasil penelitian  yang telah diteliti oleh penulis kemudian penulis menulusuri penelitian-penelitian terdahulu tentang metode Diskusi, kemudian penulis menemukan penelitian yang berjudul “ Pengaruh Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Aktifitas belajar Siswa Kelas II Wustho Pada Mata Pelajaran Ilmu Fiqh Di Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum I Ganjaran Gondanglegi Malang.
Skripsi tersebut karangan Arifin Musyafa ( Al-Qolam). Judul Sekripsi teresebut kalau dilihat sepintas hampir sama, namun setelah memabaca dan mempelajari isi dari sekripsi tersebut, penulis dapat menyimpulkan perbedaan diantara Arifin Musyafa dan sekripsi penulis sendiri. Sekripsi dari Arifin Musyafa lebih memfokuskan pada peningkatan Aktivitas belajar siswapada mata pelajaran fiqh sedangkan punya penulis memfokuskan pada peningkatan pemahaman siswa pada mata pelajaran sorrof.       
No
Peneliti/ Judul
Persamaan
Perbedaan
originalitas
1














Arifin musyaffa’
Pengaruh metode diskusi untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa kelas II wustho pada mata pelajaran ilmu fiqh di madrasah diniyah raudlatul ulum ulum I ganjaran gondanglegi malang

-Penelitian bersifat kualitatif
- Sama- sama metode diskusi
Lokasi : madrasah diniyah Raudlatul ulum I ganjaran gondanglegi malang
Fokus:


F.       Definisi Istilah
a.    Penerapan
Penerapan  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  adalah perbuatan menerapkan, atau suatu perbuatan mempraktekkan suatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang diinginkan oleh suatu kelompok atau golongan yang telah terencana dan tersusun.

b.    Metode
Metode adalah cara teratur yg digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki.
c.    Metode diskusi
Metode diskusi adalah cara belajar atau mengajar yg melakukan tukar pikiran antara murid dengan guru, murid dengan  murid, yang berintraksi dan salingbertatapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tentu melalui tukar-menukar iformasi, mempertahankan pendapat, mengajukan pendapat dan memecahkan masalah.
d.   Pemahaman
pemahaman dapat diartikan sebagai proses, perbuatan, cara untuk mengerti benar atau mengetahui benar.
e.    Ilmu
Ilmu adalah  pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.
f.     Sorrof
Sorrof adalah salah satu nama cabang Ilmu dalam pelajaran Bahasa Arab yang khusus membahas tentang perubahan bentuk kata (Bahasa Arab. Perubahan bentuk kata ini dalam prakteknya disebut Tashrif. Dan juga salah satu ilmu tata bahasa arab. Mempelajari ilmu ini sangat penting untuk menguatkan tata bahasa.

G.    Sistematika Pembahasan
BAB I      : Pendahulauan yang berisi tentang Latar Belakang,      Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, ManfaatPenelitian, Kajian Terdahulu dan Sistematika Pembahasan.





















BAB 11
KERANGKA TEORI
1.      Kajian Tentang Teori Pembelajaran
A.    Pengertian Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan lamgkah operasional dari strategi pembelajaran yang di pilih untuk mencapai tujuan pembelajaran.metode pembelajaran/instruksional menurut gagne(1970) ada 6, yakni:     tutoreal, kuliah, resitasi, diskusi, kegiatan laboratorium,  pekerjaan rumah. Penjelasan singkat metode tersebut adalah sebagai berikut
1.      Tutoreal adalah terjadinya pertukaran informasi antara peserta didik dengan tutor.
2.      Ceramah/kuliah adalah komonikasi lisan dari guru/pengajar.
3.      Resitasi adalah guru mendengar peserta didik berbicara, membaca, atau melakukan tindakan belajar lainnya.
4.      Diskusi adalah komonikasi lisan antara guru dan peserta didik, serta antara peserta didik.
5.      Kegiatan laboratorium adalah situasi dimana peserta didk berinteraksi dengan kejadian atau benda nyata
6.      Pekerjaan rumah adalah berupa instruksi, latihan, atau proyek.
Metode tersebut di edentifikasi dengan melihat pola interaksi antara guru dengan peserta didik
B.     Macam macam metode pembelajaran
Ø  Metode proyek
Metode proyek adalah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian di bahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna. Dalam penggunaannya, metode proyek memiliki kelebihan dan kekurangan.
a.       Kelebihan metode proyek antara lain:
1.      Dapat memperluas pemikiran siswa yang berguna dalam menghadapi  masalah kehidupan
2.      Dapat memebina siswa dengan kebiasaan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari secara terpadu
b.      Kekurangan metode proyek antara lain:
1.      Pemilihan topik unit  yang tepat dengan kebutuhan siswa,cukup fasilitas dan sumber sumber belajar yang di perlukan, bukanlah pekerjaan yang mudah.
2.      Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengabulkan pokok unit yang di bahas.
Ø  Metode eksprimen
Metode eksprimen adalah cara penyajian pelajaran,dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang di pelajari. Dalam proses belajar mengajar dengan metode percobaan ini siswa di beri kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek, dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek, keadaan, atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa di tuntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, dan menarik kesimpulan atas proses yang di alaminya itu.
Metode eksprimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut
a.       Kelebihan metode eksprimen
1.      Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan percobaannya hasil-hasil percobaan yang berharga dapat di manfaatkan untuk kemakmuran umat manusia.
b.      Kekurangan metode eksprimen
1.      Metode ini lebih sesuai dengan bidang-bidang sains dan teknologi.
2.      Memerlukan berbagai fasilitas peralatan yang mahal.
3.      Menuntut ketelitian, keuletan, dan ketabahan.
Ø  Metode tugas dan resitasi
Metode resitasi(penugasan ) adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Masalahnya tugas yang dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan didalam kelas, dihalaman sekolah, dilaboratorium, di perpustakaan, dan dirumah siswa atau dimana saja asal tugas itu dikerjakan.
Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi jauh lebih luas dari itu. Tugas biasanya bisa dilaksanakan dirumah, disekolah di perpustakaan. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar, baik secara individual maupun secara kelompok. Karena itu, tugas dapat diberikan secara individual, atau kelompok. Metode tugas dan resitasi memiliki kelebihan dan kekurangan di antara nya:
a.       Kelebihannya adalah:
1.      Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktifitas belajar individual/ kelompok.
2.      Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan guru.
3.      Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa.
b.      Kekurangannya adalah:
1.      Siswa  sulit di kontrol.
2.      Khusus untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan. Dan menyelesaikannya adalah anggota tertentu.
3.      Tidak mudah memberikan tugas yag sesuai dengan perbedaan individu siswa.
Ø  Metode Diskusi
Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama.
Teknik diskusi adalah salah satu teknik belajar mengajar yang dilakukan oleh seoramg guru di sekolah . di dalam diskusi ini proses belajar mengajar terjadi, dimana interaksi antara dua atau lebih individu yang telibat, saling tukar menukar pengalaman, informasi, memacahkan masalah, dapat terjadi juga semuanya aktif. Metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan diantaranya;
a.       Kelebihannya antara lain:
1.      Merangsang aktifitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan.
2.      Mengembangkansikap menghargai pendapat orang lain.
3.      Memperluas wawasan.
b.      Kekurangannya adalah;
1.      Pembeciraan terkadang menyimpang.
2.      Tidak bisa dipakai pada kelompok yang besar.
3.      Peserta mendapat informasi yang terbatas.
Ø  Metode Ceramah
metode ceramah adalah metode yang bisa dikatakan metode tradisional, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komonikasi lisan antara guru dan anak didik dalam proses belajar mengajar. Meski metode ini lebih banyak menuntut keaktifan guru dan daripada anak didik, tetapi metode ini tidak dapat ditinggalkan begitu sajua dalam kegiatan pengajaran.
Caramengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai teknik kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu  persoalan serta masalah secara lisan. Metode ceramah memiliki kelebihan dan kekurangan diantara nya:
a.       Kelebihannya adalah:
1.      Guru lebih mudah mengusai kelas.
2.      Mudah mengorganisasikan kelas dapat di ikuti oleh sejumlah siswa yang besar.
b.      Kekurangannya adalah:
1.      Menyebabkan siswa menjadi pasif.
2.      Bila selalu di gunakan akan menbosankan.
C.    Kedudukan metode dalam ngajar mengajar
Kegiatan belajar mengajar yang melahirkan interaksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai proses dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Guru dengan sadar berusaha mengatur lingkungan belajar agar bergairah bagi anak didik. Salah satu usahanya adalah memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen kegiatan balajar mengajar.
1.      Metode sebagai alat motivasi ekstrinsik.
Sebagai salah satu komponen pengajaran, metode menempati peranan yang tidak kalah pentingnyadari komponen lainnya dalam kegiatan pembelajaran. Selama Tidak ada satupun kegiatan belajar mengajar ang tidak menggunakan metode pengajaran. Ini berarti guru memahami benar kedudukan metode sebagai alat motifasi ekstrinsik dalam kegiatan pembelajaran. Motivasi entrinsik menurutsardiman A.M. adalah motif-motif yang aktif dan  berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Karena itu, metode berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang dapat membangkitkan belajar seseorang.
2.      Metode sebagai strategi pembelajaran
Dalam kegitan pembelajaran tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam waktu yang relatif lama. Daya serap anak didikterhadap bahan yang diberikan juga bermacam-macam, afa yang cepat, sedang, dan terlambat.
Terhadap perbedaan daya serap anak didik sebagaimana yang di atas, memerlukan strategi pembelajaran yang tepat. Metodelah salah satu jawabannya. Dalam kegiatan pembelajaran, menurutRoestiyah. N.K.(1989;1), guru harus memiliki strategi agaranak didik dapat belajar secara afektif dan efesien, mengena pada tujuan yang di harapkan.
3.      Metode sebagai alat untuk mencapai tujuan
Tujuan dri belajar mengajar tidak akan pernah tercapai selama komponen-komponen lainnya tidak diperluka. Salah satunya adalah kom[onen metode. Metode adalahsalah satu alat untuk mencapai tujuan, dengan memanfaatkan metode secara akurat, guru akan mampu mencapai tujuan pengajaran. Metode adalah pelicin jalan pengajaran  menuju tujuan. Ketika tujuan dirumuskan agar anak didik memiliki keterampilan tertentu, maka metode yang di gunakan harus disesuaikan dengan tujuan.
D.    Pentingnya pemilihan dan penentuan
2.      Kajian tentang metode diskusi
A.    Pengertian metode diskusi
3.      Kajian tentang ilmu alat
A.    Pengertian ilmu nahwu


BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Metode Penelitian
a) Jenis Penelitian dan Pendekatan
Penelitian yang digunakan oleh penulis adalah jenis Kualitatif Studi Lapangan. Kirk dan Miller mendefinisikan tentang metode kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya.
Bogdan dan Biklen mengatakan ada lima ciri dalam penelitian kualitatif, yaitu: pertama, penelitian kualitatif melakukan penelitian pada latar alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan, kedua, manusia sebagai alat (instrumen) dimana peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama, ketiga, menggunakan metode kualitatif, keempat, menggunakan analisis data secara induktif, kelima, data yang dikumpulkan berupa data deskriptif (kata-kata, gambar dan bukan angka-angka).
Sedangkan Bogdam dan Taylor mendefinisikan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
Alasan peneliti menggunakan kualitatif adalah kita akan dapat menyelidiki orang yang mungkin tanpa metode ini tidak akan pernah kita ketahui, ketika kita mendengar mereka berbicara tentang diri sendiri dan pengalaman mereka sendiri. Dan ketika kita tidak dapat menerima perilaku mereka sebagai suatu kebenaran, kita membentuk empati yang memungkinkan kita melihat dunia ini dari sudut pandang mereka. Sebab jika subyek kita ubah menjadi angka-angka statistik, maka kita akan kehilangan sifat subyektif dari perilaku manusia.
            b) Sumber Data
Menurut pernyataan Lofland dan Lofland yang dikutip oleh Moeloeng, “sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Berkaitan dengan hal itu pada bagian ini jenis datanya dibagi ke dalam kata-kata dan tindakan, sumber data tertulis, foto dan sta Berdasarkan pengertian tersebut dapat dapat dimengerti bahwa yang dimaksud dengan sumber data adalah dari mana peneliti akan mendapatkan dan menggali informasi berupa data-data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah:
1.      Sumber Data Primer
Sumber data primer merupakan data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh peneliti dari sumber utama, yang dapat berupa kata-kata atau tindakan. Dalam hal ini yang akan menjadi sumber data primer/ utama adalah Kepala Madrasah Diniyah, ustadz/ ustadzah dan para stafnya serta santriwati Madrasah Diniyah,
2.      Sumber Data Skunder
Sumber data skunder merupakan sumber data pelengkap yang berfungsi melengkapi data-data yang diperlukan oleh data primer/ data utama. Yaitu dapat berupa buku-buku, makalah, arsip, dokumen pribadi serta dokumen resmi.
       c).Teknik Penggalian Data
Dalam proses penggalian data, penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data sebagai berikut:
a). Observasi
Observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra”.
Dengan kata lain, metode observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap fenomena (kejadian) yang diamati dan diselidiki untuk kemudian dilakukan pencatatan. Melalui metode ini peneliti ingin memperoleh data mengenai:
a.       Bagaimana Langkah-langkah  metode diskusi  untuk meningkatkan pemahaman siswi kelas 2 mata pelajaran ilmu sorrof di madrasah diniyah miftahul ulum putri
b.      Apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode diskusi kelas 2 pada mata pelajaran ilmu sorof di madrasah diniyah miftahul ulum putri.
Sedangkan untuk proses observasinya yaitu, peneliti  melakukan interview (wawancara) kepada beberapa ustadz/ ustadzah yang mengerti serta paham tentang ilmu sorrof Selain itu, guna memperoleh informasi lebih lengkap maka peneliti juga terjun langsung, yaitu dengan masuk ke kelas dan mengikuti proses belajar-mengajar.
b).Interviu (interview)
Interviu yang sering juga “disebut dengan wawancara atau kuesioner lisan, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewer)”. Metode ini juga merupakan wawancara langsung dengan responden sebagai pihak yang memberikan keterangan. Adapun data yang ingin diperoleh oleh peneliti melalui metode/ tehnik ini adalah :
a.       Mengetahui gambaran umum tentang Madrasah Diniyah antara lain seabagai berikut:
    1. Sejarah dan latar belakang Madrasah Diniyah
    2. Visi dan Misi Madrasah Diniyah
    3. Struktur organisasi Madrasah Diniyah
    4. Keadaan ustadz/ ustadzah Madrasah Diniyah
    5. Keadaan santri Madrasah Diniyah
    6. Keadaan sarana prasarana Madrasah Diniyah
c).Dokumentasi
Suharsimi Arikunto mendefinisikan dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip. buku, surat kabar dan sebagainya. Tehnik/ metode ini biasa digunakan sebagai sumber data yang berupa laporan ataupun catatan tertulis, misalnya: buku-buku, makalah, catatan, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, agenda kegiatan, dan sebaginya. Hal tersebut dimaksudkan untuk memperoleh data tentang:
a.       Visi dan misi Madrasah Diniyah
b.      Struktur organisasi Madrasah Diniyah
c.       Keadaan ustadz/ ustadzah Madrasah Diniyah
d.      Keadaan santri Madrasah Diniyah
e.       Sarana prasarana Madrasah Diniyah
          d).Teknik Analisis Data
   Suatu langkah yang penting setelah pengumpulan data adalah analisa data, sebab dengan analisa data akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang keadaan obyek dan hasil yang diteliti.
Dalam penelitian, data yang diperoleh sebagian besar adalah data hasil interview dengan semua pihak yang terkait tentang penggunaan metode dalam pengajaran lmu sorrof yang diterapkan di Madrasah Diniyah miftahul ulum putriGanjaran Gondanglegi Malang. Adapun untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan digunakan analisa data yang sesuai yaitu analisa data deskriptif kualitatif yang memiliki pengertian bahwa analisis yang tidak menggunakan model matematika, model statistik, dan ekonometrik atau model-model tertentu lainnya. Analisis data yang dilakukan terbatas pada teknik pengolahan datanya, seperti pada pengecekan data dan tabulasi, dalam hal ini sekedar membaca tabel-tabel, grafik-grafik atau angka-angka yang tersedia, kemudian melakukan uraian dan penafsiran.
e).Teknik Pengecekan Keabsahan Data
Dalam penelitian, setiap hal temuan harus dicek keabsahannya, agar hasil penelitiannya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya dan dapat dibuktikan keabsahannya. Dan untuk pengecekan keabsahan temuan ini teknik yang dipakai oleh peneliti adalah triangulasi.
Triangulasi menurut Moeloeng adalah “teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu”. Dan pengecekan atau pemeriksaan yang dilakukan oleh peneliti antara lain yaitu:
1.      Triangulasi Data, yaitu dengan cara membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara, data hasil wawancara dan data hasil dengan dokumentasi. Hasil perbandingan ini diharapkan dapat menyatukan persepsi atas data yang diperoleh.
2.      Triangulasi Metode, yaitu dengan cara mencari data lain tentang sebuah fenomena yang diperoleh dengan menggunakan metode yang berbeda yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode ini dibandingkan dan disimpulkan sehingga memperoleh data yang bisa dipercaya.
3.      Triangulasi sumber, yaitu dengan cara membandingkan kebenaran suatu fenomena berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti, baik dilihat dari dimensi waktu maupun sumber lainnya.



0 comments:

Post a Comment